MUSIK DAN LAGU ITU RACUN   Leave a comment

”Apakah nyanyian dan musik dapat menyembuhkan sebagian penyakit?”

Tersebar pendapat yang mengatakan bahwa musik dan lagu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ini jelas perkataan keliru meskipun pendapat ini telah tersebar luas serta banyak pihak yang mengulas panjang lebar dan menyatakan bahwa pendapat ini telah terbukti khasiatnya, karena sebenarnya musik dan nyanyian termasuk perkara yang diharamkan syari’at.

Allah melarangnya dan mengancam para pecandunya. Tidak mungkin Allah menurunkan obat pada sesuatu yang diharamkan-NYA.

Di dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa Rosulullah SAW mengatakan bahwa Allah SWT tidak menurunkan obat untuk umat ini dari sesuatu yang haram. Hadist ini juga menunjukkan terlarangnya berobat dengan sesuatu yang haram. Perkara-perkara haram tidak akan dapat mendatangkan kesembuhan.

Akan tetapi ada sebagian jiwa yang lemah terbiasa bergelut dengan perkara haram. Jiwa mereka telah kecanduan mendengarkan alunan musik dan lagu hingga akhirnya menyatu dengannya. Maka ketika mereka jauh dari perkara haram itu, jiwanya terasa sakit, lemaslah urat syaraf dan kekuatannya pun melemah. Ketika alunan musik itu kembali hadir, jiwa mereka serasa mendapatkan gairah, semangat dan kekuatan baru.

Akhirnya mereka menyangka musik itulah yang telah menyembuhkannya.

Jiwa yang sakit akan merasakan kelezatan pada perkara-perkara haram. Sedangkan jiwa yang baik dan beriman, penuh keyakinan dan kesabaran, akan merasa berat, gelisah dan lemah ketika mendengarkan musik. Karena sesungguhnya yang sakit pada para pencinta musik adalah akal mereka dan kemudian diikuti oleh jasad mereka.

Wallahu a’lam.

sumber: Syaikh Abdullah bin Abdurahman Al-Jibrin, Fatwa-fatwa seputar pengobatan dan kesehatan.

==============

TEMPO Interaktif, Austria – Lebih dari 15 tahun para ilmuwan terkecoh karena anggapan mendengarkan musik klasik dapat membuat seseorang lebih pintar. Sekarang, sejumlah peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek and Anton K. Formann menemukan bahwa tidak ada efek apapun terhadap kemampuan kognitif apabila anda atau bayi anda sering mendengar lagu klasik.

Riset yang diberi judul “Mozart effect” ini memang khusus meneliti dampak musik klasik karya Mozart terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Penelitian ini telah dipublikasikan di US Journal Intelligence.

Pada 1993, pada journal Nature, penelitian dari University of California, Irvine yang dilakukan psikolog Frances H. Rauscher dan rekan-rekannya menemukan bahwa setelah diperdengarkan musik Mozart 1781 sonata yang dimainkan dengan dua piano dalam tangga nama D mayor (KV 448) terhadap beberapa siswa, ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial (ruang).

Pada saat itu surat kabar New York Times menulis dengan mendengarkan musik Mozart dapat menjamin anak-anak mendapatkan sekolah yang baik. Beberapa ahli lainnya berkomentar bahwa musik Mozart adalah peluru ajaib untuk mendorong kemampuan intelegensia anak-anak.

Publisitas yang berlebihan juga dilakukan Gubernur Georgia, Zell Miller pada 1998 yang memastikan setiap ibu yang baru melahirkan anak akan menerima satu paket CD musik klasik. Pada tahun yang sama pemerintah Florida uga mewajibkan setiap pusat pendidikan anak untuk melantunkan musik klasik minimal satu jam dalam sehari.

Sebelum melakukan penelitian, Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000 partisipator.

Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan rekan-rekannya menyimpulkan tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.

“Silahkan anda mendengarkan musik Mozart, tapi jangan berharap itu akan mendorong kemampuan kognitif anda,” kata Pietschnig. Menurut dia, Mozart Effect adalah sebuah legenda. Seorang psikolog dari Emory University, Scott E. Lilienfeld juga sependapat dengan temuan Pietschnig. Dalam bukunya yang berjudul “50 Mitos Paling Popular”, Lilienfeld menempatkan “Mozart Effect” pada peringkat keenam.

lihat juga detailnya di http://dx.doi.org/10.1016/j.intell.2010.03.001

Rini K | Sciencedaily

sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/05/11/brk,20100511-247066,id.html

Hukum Musik

di antara dalil yang menunjukkan haramnya nyanyian adalah hadits Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Ada dua buah suara yang dilaknat di dunia dan akhirat yaitu seruling ketika mendapat nikmat dan lonceng tatkala terkena musibah.” (Dikeluarkan oleh Al Bazzar dan dihasankan oleh Al Albani, Tahriimu Aalati Ath Tharb halaman 52)

Dan hadits Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharam khamr, judi, dan gendang.” (HR. Abu Daud, Baihaqi, Ahmad, dan sebagainya. Dishahihkan oleh Al Albani, Tahriimu Aalath Ath Tharb halaman 56)
Hadits Imran bin Husain, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Akan datang dalam umat ini kehinaan, keburukan, dan fitnah.” Maka berdirilah salah seorang Muslim : “Wahai Rasulullah, kapankah itu terjadi?” Beliau menjawab : “Apabila telah muncul biduanita dan alat-alat musik dan khamr diminum.” (Dikeluarkan oleh Tirmidzi dan dihasankan oleh Al Albani, Tahriimu Aalati Ath Tharb halaman 56)

Berdasarkan hadits-hadits tersebut maka para Salaf rahimahumullah benar-benar mengharamkan nyanyian dan sangat menjauhinya. Diantaranya riwayat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu, beliau berkata :
“Rebana itu haram, alat-alat musik haram, gendang itu haram, dan seruling itu haram.” (Dikeluarkan oleh Baihaqi dan dihasankan oleh Al Albani, Tahriimu Aalati Ath Tharb halaman 92)

http://www.salafy.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: